Skip to Content
The Muslims Internet Directory
Featured Service
Home
|
Advertise
|
FAQ
|
Login/Register |
Directory
Quran
Hadith
Islamic Library
Prayer Times
Discover Islam
Islamic Gallery
Calendar
New
Classifieds
Webmasters
Dictionary
Downloads
Kids & Games
Quran Navigation
Search
Translations
Downloads
Articles and Books
PDF
Audio
Memorization
Links
Transliteration
Index
Chapter Info
On Your Site
FAQ
Muslims Directory
The Quran
The Hadith
2Muslims.com
Our Network
Islamic Library
The Internet
Islamic Classifieds
WebRing Sites
Options:
Advance
-
Live Search
-
Quran
-
Hadith
-
Search This Site
-
The Network
-
Classifieds
-
WebRing
-
The Internet
-
Help!
Featured Site
Feature Your Site Now
2Muslims Services
Islamic IE Toolbar
Islamic Internet Gadgets
Prayer Times Software
Forum
Donate
Islamic Quizzes
Islamic CGI Scripts
Polls
Free E-mail Account
Zakat Calculator
Islamic Holidays Dates
Islamic Date Converter
DAWA Tools
FAQ About Islam
Buy The Islamic CD
God's Attributes
How To Pray?
Paid Services
Buy The Islamic CD
Banner Design
Submit Your Site
Muslims Million Pixels
Translate Site To:
Arabic
Bulgarian
Catalan
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Filipino
Finnish
French
German
Greek
Hebrew
Hindi
Indonesian
Italian
Japanese
Korean
Latvian
Lithuanian
Norwegian
Polish
Portuguese
Romanian
Russian
Serbian
Slovak
Slovenian
Spanish
Swedish
Ukrainian
Vietnamese
Hijab
Why do muslim females wear Hijab (Head cover)?
Faith
Culture
Fear
Other
view results
view other polls
Home
:
Quran:
Quran Translations:
Malaysian:
At-Taubah :
Search the Quran in any of the drop down menu languages:
--Select language--
Albanian
Arabic
Azerbaijani
Bengali
Bosnian
Brazilian
Burmese
Chinese
Dutch
English_Abdullah_Yusuufali
English_Hasan_Qaribullah
English_Muhammad_Pickthall
Farsi
Finish
French
German
Hausa
Hindi
Hindi
Indonesian
Italian
Japanese
Korean
Latin
Malaysian
Melayu
Meranao
Mexican
Pashto
Persian
Poland
Portuguese
Russian
Spanish
Swahili
Tamil
Thai
Transliteration
Turkish
Urdu
More search options
At-Taubah
[9.1] (Ini adalah) pemutusan tanggungjawab (pembatalan perjanjian) dari Allah dan RasulNya terhadap kaum kafir musyrik yang kamu mengikat perjanjian setia (dengan mereka).
[9.2] Oleh itu hendaklah kamu (wahai kaum musyrik) bergerak di muka bumi (dengan bebasnya) selama empat bulan dan ketahuilah bahawa kamu tidak terlepas dari (azab seksa) Allah dan (ingatlah) sesungguhnya Allah akan menghina orang-orang yang kafir (dengan bala bencana di dunia dan azab seksa di akhirat).
[9.3] Dan inilah perisytiharan dari Allah dan RasulNya kepada umat manusia, (diisytiharkan) pada Hari Raya Haji yang terbesar, bahawa sesungguhnya Allah dan RasulNya memutuskan tanggungjawab terhadap orang-orang musyrik; oleh itu jika kamu (wahai kaum musyrik) bertaubat (dari kufur) maka yang demikian adalah baik bagi kamu dan jika kamu berpaling (ingkar), maka ketahuilah sesungguhnya kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari (azab seksa) Allah dan khabarkanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang kafir (bahawa mereka akan ditimpakan) dengan azab yang tidak terperi sakitnya.
[9.4] Kecuali mereka yang kamu mengikat perjanjian setia (dengannya) dari orang-orang musyrik, kemudian mereka tidak mencabuli perjanjian kamu itu sedikitpun dan mereka tidak menolong seorangpun yang memusuhi kamu, maka sempurnakanlah kepada mereka perjanjian mereka sehingga (habis) tempohnya. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang bertakwa.
[9.5] Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya dan tawanlah mereka, dan juga keponglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya. Kemudian jika mereka bertaubat (dari kekufurannya) dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka (jangan diganggu). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
[9.6] Dan jika seseorang dari kaum musyrik meminta perlindungan kepadamu (untuk memahami Islam), maka berilah perlindungan kepadanya sehingga dia sempat mendengar keterangan-keterangan Allah (tentang hakikat Islam itu), kemudian hantarlah dia ke mana-mana tempat yang dia beroleh aman. Perintah yang tersebut ialah kerana mereka itu kaum yang tidak mengetahui (hakikat Islam).
[9.7] Bagaimanakah dapat diakui adanya perjanjian (keamanan) di sisi Allah dan RasulNya bagi orang-orang musyrik (sedang mereka mencabulinya)? Kecuali orang-orang (musyrik) yang kamu telah mengikat perjanjian setia dengan mereka dekat Masjidilharam. Maka selagi mereka berlaku lurus terhadap kamu, hendaklah kamu berlaku lurus pula terhadap mereka; sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang bertakwa.
[9.8] Bagaimana (boleh dikekalkan perjanjian kaum kafir musyrik itu) padahal kalau mereka dapat mengalahkan kamu, mereka tidak akan menghormati perhubungan kerabat terhadap kamu dan tidak akan menghormati perjanjian setianya. Mereka menjadikan kamu bersenang hati hanya dengan mulut mereka, sedang hati mereka menolaknya; dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
[9.9] Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit (dari faedah-faedah dunia), lalu mereka menghalangi (dirinya dan orang-orang lain) dari agama Allah; sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka telah kerjakan.
[9.10] Mereka tidak menghormati pertalian kerabat dan perjanjian terhadap orang-orang yang beriman dan merekalah orang-orang yang menceroboh.
[9.11] Oleh itu, jika mereka bertaubat (dari kekufuran) dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka mereka itu adalah saudara kamu yang seagama dan Kami menjelaskan ayat-ayat keterangan Kami satu persatu bagi kaum yang mahu mengetahui.
[9.12] Dan jika mereka mencabuli sumpahnya sesudah mengikat perjanjian setia dan mereka pula mencela agama kamu, maka perangilah ketua-ketua dan pemimpin-pemimpin kaum yang kafir itu, kerana sesungguhnya mereka tidak menghormati sumpah janjinya, supaya mereka berhenti (dari kekufuran dan bertaubat).
[9.13] Mengapa kamu tidak memerangi suatu kaum yang telah mencabuli sumpah janjinya, dan mereka pula telah berazam hendak mengusir Rasulullah dan merekalah juga yang mula-mula memerangi kamu? Tidak patut kamu takut kepada mereka (sehingga kamu tidak mahu memeranginya) kerana Allah jualah yang berhak kamu takuti (melanggar perintahNya), jika betul kamu orang-orang yang beriman?
[9.14] Perangilah mereka, nescaya Allah akan menyeksa mereka dengan (perantaraan) tangan kamu dan Allah akan menghinakan mereka serta menolong kamu menewaskan mereka dan Dia akan memuaskan hati orang-orang yang beriman.
[9.15] Dan Dia juga akan menghapuskan kemarahan hati orang-orang yang beriman itu dan Allah akan menerima taubat orang-orang yang dikehendakiNya dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[9.16] Adakah kamu menyangka, bahawa kamu akan dibiarkan (dalam keadaan kamu yang ada itu), padahal belum lagi terbukti kepada Allah (sebagaimana yang diketahuiNya) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan yang tidak mengambil teman-teman rapat (untuk mencurahkan rahsia kepada mereka), selain daripada Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman? Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui secara mendalam akan apa yang kamu kerjakan.
[9.17] Tidaklah layak orang-orang kafir musyrik itu memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah, sedang mereka menjadi saksi (mengakui) akan kekufuran diri mereka sendiri. Mereka itu ialah orang-orang yang rosak binasa amal-amalnya dan mereka pula kekal di dalam Neraka.
[9.18] Hanyasanya yang layak memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah itu ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan tidak takut melainkan kepada Allah, (dengan adanya sifat-sifat yang tersebut) maka adalah diharapkan mereka menjadi dari golongan yang mendapat petunjuk.
[9.19] Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjidilharam itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah dan Allah tidak memberikan hidayat petunjuk kepada kaum yang zalim.
[9.20] (Sesungguhnya) orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka adalah lebih besar dan tinggi darjatnya di sisi Allah (daripada orang-orang yang hanya memberi minum orang-orang Haji dan orang yang memakmurkan masjid sahaja) dan mereka itulah orang-orang yang berjaya.
[9.21] Mereka digembirakan oleh Tuhan mereka dengan pemberian rahmat daripadanya dan keredaan serta Syurga; mereka beroleh di dalam Syurga itu nikmat kesenangan yang kekal.
[9.22] Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah, menyediakan di sisiNya pahala yang besar.
[9.23] Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang yang didampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka orang-orang yang didampingi, maka merekalah orang-orang yang zalim.
[9.24] Katakanlah (wahai Muhammad): Jika bapa-bapa kamu dan anak-anak kamu dan saudara-saudara kamu dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu usahakan dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka).
[9.25] Sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam banyak medan-medan perang dan di medan perang Hunain, iaitu semasa kamu merasa megah dengan sebab bilangan kamu yang ramai; maka bilangan yang ramai itu tidak mendatangkan faedah kepada kamu sedikitpun dan (semasa kamu merasa) bumi yang luas itu menjadi sempit kepada kamu; kemudian kamu berpaling undur melarikan diri.
[9.26] Kemudian Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman dan Allah menurunkan tentera yang kamu tidak melihatnya, serta Dia menyeksa orang-orang kafir itu (dengan kekalahan yang membawa kehancuran); dan yang demikian itu ialah balasan bagi orang-orang yang kafir.
[9.27] Kemudian Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki (dengan memberi taufiq untuk memeluk Islam), sesudah (orang-orang kafir itu ditimpakan dengan azab) dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
[9.28] Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (kepercayaan) orang-orang kafir musyrik itu najis, oleh itu janganlah mereka menghampiri Masjidilharam sesudah tahun ini dan jika kamu bimbangkan kepapaan, maka Allah akan memberi kekayaan kepada kamu dari limpah kurniaNya, jika Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[9.29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari akhirat dan mereka pula tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar, iaitu dari orang-orang yang diberikan Kitab (kaum Yahudi dan Nasrani), sehingga mereka membayar "Jizyah" dengan keadaan taat dan merendah diri.
[9.30] Dan orang-orang Yahudi berkata: Uzair ialah anak Allah dan orang-orang Nasrani berkata: Al-Masih ialah anak Allah. Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran?
[9.31] Mereka menjadikan pendita-pendita dan ahli-ahli agama mereka sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah dan juga (mereka mempertuhankan) Al-Masih Ibni Mariam, padahal mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
[9.32] Mereka hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam) dengan mulut mereka, sedang Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka (akan yang demikian).
[9.33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama Islam), untuk dimenangkan dan ditinggikannya atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
[9.34] Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak di antara pendita-pendita dan ahli-ahli agama (Yahudi dan Nasrani) memakan harta orang ramai dengan cara yang salah dan mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah (agama Islam). Dan (ingatlah) orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah, maka khabarkanlah kepada mereka dengan (balasan) azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
[9.35] (Iaitu) pada hari dibakar emas perak (dan harta benda) itu dalam Neraka Jahannam, lalu diselar dengannya dahi mereka dan rusuk mereka, serta belakang mereka (sambil dikatakan kepada mereka): Inilah apa yang telah kamu simpan untuk diri kamu sendiri, oleh itu rasalah (azab dari) apa yang kamu simpan itu.
[9.36] Sesungguhnya bilangan bulan-bulan di sisi (hukum) Allah ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) dalam Kitab Allah semasa Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. Ketetapan yang demikian itu ialah agama yang betul lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar laranganNya) dan perangilah kaum kafir musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya dan ketahuilah sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang bertakwa.
[9.37] Sesungguhnya perbuatan mengundurkan (kehormatan itu dari satu bulan ke satu bulan yang lain) adalah menambah kekufuran yang menjadikan orang-orang kafir itu tersesat kerananya. Mereka menghalalkannya pada satu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, supaya mereka dapat menyesuaikan bilangan (bulan-bulan yang empat) yang telah diharamkan Allah (berperang di dalamnya); dengan itu mereka menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah. Perbuatan buruk mereka itu dihias dan dijadikan indah (oleh Syaitan) untuk dipandang baik oleh mereka. Dan (ingatlah) Allah tidak memberi hidayat petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
[9.38] Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu, apabila dikatakan kepada kamu: Pergilah beramai-ramai untuk berperang pada jalan Allah, kamu merasa keberatan (dan suka tinggal menikmati kesenangan) di tempat (masing-masing)? Adakah kamu lebih suka dengan kehidupan dunia daripada akhirat? (Kesukaan kamu itu salah) kerana kesenangan hidup di dunia ini hanya sedikit jua berbanding dengan (kesenangan hidup) di akhirat kelak.
[9.39] Jika kamu tidak pergi beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah membela agamaNya), Allah akan menyeksa kamu dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya dan Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak akan dapat mendatangkan bahaya sedikitpun kepadaNya dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
[9.40] Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Mekah) mengeluarkannya (dari negerinya Mekah) sedang dia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya dan Allah menjadikan seruan (syirik) orang-orang kafir terkebawah (kalah dengan sehina-hinanya) dan Kalimah Allah (Islam) ialah yang tertinggi (selama-lamanya), kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[9.41] Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), samada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab) dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.
[9.42] Kalau apa yang engkau serukan kepada mereka (wahai Muhammad) sesuatu yang berfaedah yang sudah didapati dan satu perjalanan yang sederhana (tidak begitu jauh), nescaya mereka (yang munafik itu) akan mengikutmu; tetapi tempat yang hendak dituju itu jauh bagi mereka dan mereka akan bersumpah dengan nama Allah dengan berkata: Kalau kami sanggup, tentulah kami akan pergi bersama kamu. (Dengan sumpah dusta itu) mereka membinasakan diri mereka sendiri, sedang Allah mengetahui bahawa sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (tentang tidak sanggupnya mengikutmu).
[9.43] Allah memaafkanmu (wahai Muhammad), mengapa engkau izinkan mereka (tidak turut berperang) sebelum nyata bagimu orang-orang yang benar dan (sebelum) engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
[9.44] Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak turut) berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang bertakwa.
[9.45] Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya.
[9.46] Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka dan dikatakan (oleh Syaitan): Tinggallah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal.
[9.47] Kalaulah mereka keluar bersama kamu, tidaklah mereka menambahkan kamu melainkan kerosakan dan tentulah mereka segera menjalankan hasutan di antara kamu, (dengan tujuan) hendak menimbulkan fitnah (kekacauan) dalam kalangan kamu; sedang di antara kamu ada orang yang suka mendengar hasutan mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
[9.48] Sesungguhnya mereka telah lakukan fitnah semenjak dahulu lagi dan mereka merancangkan terhadapmu (wahai Muhammad) berbagai tipu daya, sehingga datanglah kebenaran, dan nyatalah (kemenangan) agama Allah (Islam), sedang mereka tidak suka kepadanya.
[9.49] Dan di antara mereka (yang munafik itu) ada yang berkata: Izinkanlah aku (supaya tidak pergi berperang) dan janganlah engkau menjadikan daku dipengaruhi oleh fitnah. Ketahuilah, mereka telah pun tercebur ke dalam fitnah (dengan dalihan yang dusta itu) dan sesungguhnya azab Jahannam meliputi orang-orang yang kafir.
[9.50] Jika engkau (wahai Muhammad) beroleh sesuatu kebaikan, (maka) kebaikan itu menyebabkan mereka sakit hati dan jika engkau ditimpa sesuatu bencana, mereka berkata: Sesungguhnya kami telahpun mengambil keputusan (tidak turut berperang) sebelum itu dan mereka berpaling (meninggalkanmu) sambil mereka bergembira.
[9.51] Katakanlah (wahai Muhammad): Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
[9.52] Katakanlah: (Sebenarnya) tidak ada yang kamu tunggu-tunggu untuk kami melainkan salah satu dari dua perkara yang sebaik-baiknya (iaitu kemenangan atau mati syahid) dan kami menunggu-nunggu pula untuk kamu bahawa Allah akan menimpakan kamu dengan azab dari sisiNya atau dengan perantaraan tangan kami. Oleh itu tunggulah, sesungguhnya kami juga menunggu bersama-sama kamu.
[9.53] Katakanlah: Dermakanlah harta kamu samada dengan sukarela atau kerana terpaksa, tidak sekali-kali akan diterima daripada kamu, (kerana) sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.
[9.54] Dan tidak ada yang menghalangi mereka, untuk diterima derma-derma mereka melainkan kerana mereka kufur kepada Allah dan RasulNya dan (kerana) mereka tidak mengerjakan sembahyang melainkan dengan keadaan malas dan mereka pula tidak mendermakan hartanya melainkan dengan perasaan benci.
[9.55] Oleh itu, janganlah engkau tertarik hati kepada harta benda dan anak-anak mereka, (kerana) sesungguhnya Allah hanya hendak menyeksa mereka dengan harta benda dan anak-anak itu dalam kehidupan dunia dan hendak menjadikan nyawa mereka tercabut sedang mereka berkeadaan kafir (untuk mendapat azab akhirat pula).
[9.56] Dan mereka (yang munafik itu) bersumpah dengan nama Allah bahawa sesungguhnya mereka dari golongan kamu, padahal mereka bukanlah dari golongan kamu, tetapi mereka ialah suatu kaum yang pengecut.
[9.57] Kalau mereka dapat tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang dalam tanah, nescaya mereka segera menuju ke arahnya serta melompat masuk ke dalamnya.
[9.58] Dan di antara mereka ada yang mencelamu (wahai Muhammad) mengenai (pembahagian) sedekah-sedekah (zakat); oleh itu jika mereka diberikan sebahagian daripadanya (menurut kehendak mereka), mereka suka (dan memandangnya adil) dan jika mereka tidak diberikan dari zakat itu (menurut kehendaknya), (maka) dengan serta merta mereka marah.
[9.59] Dan (amatlah baiknya) kalau mereka berpuas hati dengan apa yang diberikan oleh Allah dan RasulNya kepada mereka, sambil mereka berkata: Cukuplah Allah bagi kami; Allah akan memberi kepada kami dari limpah kurniaNya, demikian juga RasulNya; sesungguhnya kami sentiasa berharap kepada Allah.
[9.60] Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, dan orang-orang miskin dan amil-amil yang mengurusnya dan orang-orang muallaf yang dijinakkan hatinya dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[9.61] Dan di antara mereka (yang munafik itu) ada orang-orang yang menyakiti Nabi sambil mereka berkata: Bahawa dia (Nabi Muhammad) orang yang suka mendengar (dan percaya pada apa yang didengarnya). Katakanlah: Dia mendengar (dan percaya) apa yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah dan percaya kepada orang mukmin dan ia pula menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
[9.62] Mereka bersumpah kepada kamu dengan nama Allah untuk mendapat keredaan kamu, padahal Allah dan RasulNya jualah yang lebih berhak mereka mendapat keredaanNya, jika betul mereka orang-orang yang beriman.
[9.63] Tidakkah mereka mengetahui bahawa sesiapa yang menentang (perintah-perintah) Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya adalah baginya Neraka Jahannam serta dia kekal di dalamnya? Balasan yang demikian adalah kehinaan yang besar.
[9.64] Orang-orang munafik itu takut kalau diturunkan satu surah Al-Quran yang menerangkan kepada mereka (dan kepada ramai) akan apa yang ada dalam hati mereka (dari kekufuran). Katakanlah (wahai Muhammad): Ejek-ejeklah (seberapa yang kamu suka), sesungguhnya Allah akan mendedahkan apa yang kamu takut (terdedah untuk pengetahuan ramai)
[9.65] Dan jika engkau bertanya kepada mereka (tentang ejek-ejekan itu) tentulah mereka akan menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah berbual dan bermain-main. Katakanlah: Patutkah nama Allah dan ayat-ayatNya serta RasulNya kamu memperolok-olok dan mengejeknya?
[9.66] Janganlah kamu berdalih (dengan alasan-alasan yang dusta), kerana sesungguhnya kamu telah kufur sesudah kamu (melahirkan) iman. Jika Kami maafkan sepuak dari kamu (kerana mereka bertaubat), maka Kami akan menyeksa puak yang lain, kerana mereka adalah orang-orang yang terus bersalah.
[9.67] Orang-orang munafik lelaki dan perempuan, setengahnya adalah sama dengan setengahnya yang lain; mereka masing-masing menyuruh dengan perbuatan yang jahat dan melarang dari perbuatan yang baik dan mereka pula menggenggam tangannya (bakhil kedekut). Mereka telah melupakan (tidak menghiraukan perintah) Allah dan Allah juga melupakan (tidak menghiraukan) mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu, merekalah orang-orang yang fasik.
[9.68] Allah menjanjikan orang-orang munafik lelaki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah Neraka itu menjadi balasan mereka dan Allah melaknatkan mereka dan bagi mereka azab seksa yang kekal.
[9.69] (Nasib kamu wahai orang-orang munafik) adalah sama dengan nasib orang-orang sebelum kamu (yang telah dibinasakan), mereka lebih kuat serta lebih banyak harta benda dan anak pinak daripada kamu; seterusnya mereka telah bersenang-senang dengan bahagian mereka; maka kamu pula telah bersenang-senang dengan bahagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu itu bersenang-senang dengan bahagiannya dan kamu pula telah memperkatakan (perkara yang salah dan dusta) sebagaimana mereka memperkatakannya. Mereka yang demikian, rosak binasalah amal-amalnya (yang baik) di dunia dan di akhirat dan merekalah orang-orang yang rugi.
[9.70] Bukankah telah datang kepada mereka berita orang-orang yang terdahulu daripada mereka, iaitu kaum Nabi Nuh dan Aad dan Thamud dan kaum Nabi Ibrahim dan penduduk negeri Madyan serta negeri-negeri yang telah dibinasakan? (Semuanya) telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan yang jelas nyata, (lalu mereka mendustakannya dan Tuhan pula membinasakan mereka); Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.
[9.71] Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[9.72] Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, (akan beroleh) Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dan beroleh tempat-tempat yang baik di dalam Syurga Adn serta keredaan dari Allah yang lebih besar kemuliaannya; (balasan) yang demikian itulah kejayaan yang besar.
[9.73] Wahai Nabi, berjihadlah menentang orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bertindak keras terhadap mereka dan (sebenarnya) tempat mereka ialah Neraka Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
[9.74] Mereka bersumpah dengan nama Allah, bahawa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang buruk terhadapmu), padahal sesungguhnya mereka telah mengatakan perkataan kufur dan mereka pula menjadi kafir sesudah melahirkan Islam, serta mereka berazam untuk melakukan apa yang mereka tidak akan dapat mencapainya (iaitu membunuhmu) dan tidaklah mereka mencaci dan mencela (Islam) melainkan setelah Allah dan RasulNya memberi kesenangan kepada mereka dari limpah kurniaNya. Oleh itu, jika mereka bertaubat, mereka akan beroleh kebaikan dan jika mereka berpaling (ingkar), Allah akan menyeksa mereka dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan mereka tidak akan mendapat sesiapa pun di bumi ini, yang akan menjadi pelindung dan juga yang menjadi penolong.
[9.75] Dan di antara mereka ada yang membuat janji dengan Allah dengan berkata: Sesungguhnya jika Allah memberi kepada kami dari limpah kurniaNya, tentulah kami akan bersedekah dan tentulah kami akan menjadi dari orang-orang yang soleh.
[9.76] Kemudian setelah Allah memberi kepada mereka dari limpah kurniaNya, mereka bakhil dengan pemberian Allah itu, serta mereka membelakangkan janjinya dan sememangnya mereka orang-orang yang sentiasa membelakangkan (kebajikan).
[9.77] Akibatnya Allah menimbulkan perasaan munafik dalam hati mereka (berkekalan) hingga ke masa mereka menemui Allah, kerana mereka telah memungkiri apa yang mereka janjikan kepada Allah dan juga kerana mereka sentiasa berdusta.
[9.78] Tidakkah mereka mengetahui bahawa Allah sentiasa mengetahui apa yang mereka rahsiakan serta apa yang mereka bisikkan dan bahawasanya Allah Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang ghaib?
[9.79] Orang-orang (munafik) yang mencela sebahagian dari orang-orang yang beriman mengenai sedekah-sedekah yang mereka berikan dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak dapat (mengadakan apa-apa untuk disedekahkan) kecuali sedikit sekadar kemampuannya, serta mereka mengejek-ejeknya, Allah akan membalas ejek-ejekan mereka dan bagi mereka (disediakan) azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
[9.80] (Orang-orang munafik itu) sama sahaja engkau meminta ampun untuk mereka atau engkau tidak meminta ampun bagi mereka. Jika engkau (wahai Muhammad) meminta ampun bagi mereka tujuh puluh kali (sekalipun) maka Allah tidak sekali-kali mengampunkan mereka; yang demikian itu, kerana mereka telah kufur kepada Allah dan RasulNya; dan Allah tidak akan memberi hidayat petunjuk kepada kaum yang fasik.
[9.81] Orang-orang (munafik) yang ditinggalkan (tidak turut berperang) itu, bersukacita disebabkan mereka tinggal di belakang Rasulullah (di Madinah) dan mereka (sememangnya) tidak suka berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah (dengan sebab kufurnya) dan mereka pula (menghasut dengan) berkata: Janganlah kamu keluar beramai-ramai (untuk berperang) pada musim panas ini. Katakanlah (wahai Muhammad): Api Neraka Jahannam lebih panas membakar, kalaulah mereka itu orang-orang yang memahami.
[9.82] Oleh itu bolehlah mereka ketawa sedikit (di dunia ini) dan mereka akan menangis banyak (di akhirat kelak), sebagai balasan bagi apa yang mereka telah usahakan.
[9.83] Maka jika Allah mengembalikan engkau kepada segolongan dari mereka (orang-orang yang munafik itu di Madinah), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (turut berperang), maka katakanlah: Kamu tidak sekali-kali akan keluar bersama-samaku selama-lamanya dan kamu tidak sekali-kali akan memerangi musuh bersama-samaku; sesungguhnya kamu telah bersetuju tinggal pada kali yang pertama, oleh itu duduklah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal.
[9.84] Dan janganlah engkau sembahyangkan seorang pun yang mati dari orang-orang munafik itu selama-lamanya dan janganlah engkau berada di (tepi) kuburnya, kerana sesungguhnya mereka telah kufur kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati sedang mereka dalam keadaan fasik (derhaka).
[9.85] Dan janganlah engkau tertarik hati kepada harta benda dan anak-anak mereka, (kerana) sesungguhnya Allah hanya hendak menyeksa mereka dengannya di dunia dan hendak menjadikan nyawa mereka tercabut sedang mereka dalam keadaan kafir (untuk mendapat azab akhirat pula).
[9.86] Dan apabila diturunkan satu surah Al-Quran (yang menyuruh mereka): Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah bersama-sama dengan RasulNya, nescaya orang-orang yang kaya di antara mereka meminta izin kepadamu dengan berkata: Biarkanlah kami tinggal bersama-sama orang-orang yang tinggal (tidak turut berperang).
[9.87] Mereka suka tinggal bersama-sama orang-orang yang ditinggalkan (kerana uzur), dan (dengan sebab itu) hati mereka dimeteraikan atasnya, sehingga mereka tidak dapat memahami sesuatu.
[9.88] (Mereka tetap tinggal) tetapi Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya, berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kebaikan dan mereka itulah juga yang berjaya.
[9.89] Allah telah menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; yang demikian itulah kemenangan yang besar.